mereka yang tidak pernah merasa bagaimana rasanya menjadi aku mungkin menganggap masalah yang aku jalani hanyalah biasa bagi mereka sehingga mereka terus-menerus menambah dan menambah lagi beban berat yang harus ku pikul. apakah aku tidak lagi berarti di hidup mereka ? apakah aku tidak layak lagi ada diantara mereka ? apakah aku hanya mereka anggap ketika mereka membutuhkan ku saja ? tuhan, sebenarnya aku lelah untuk selalu mencoba untuk mengerti apa yang engkau rencanakan untukku, tapi selalu aku gagal untuk mengerti tuhan, aku selalu dan selalu saja tidak habis pikir tentang yang rencanakan untukku, mungkin aku sanggup untuk menjalaninya, tapi bagaimana dengan ibu ku tuhan ? ia sudah tua tuhan, ia sudah tak mampu lagi untuk menopang masalah yang menmbuat pikirannya kacau, ia sudah tak mampu lagi untuk menerima segala caci dan makian dari keluarga nya yang menganggap ia tidak bisa menghasilkan apa-apa untuk membanggakan kakak-kakak nya yang lebih jauh derajatnya diatas ibu ku tuhan !! aku moho
curahan hati ku :')
Sabtu, 04 Januari 2014
Minggu, 17 November 2013
lelaki itu membuatku terpesona
hari itu Jum'at siang, aku baru sampai di kampus dan sedang duduk dengan teman-teman ku, seketika kami tengah berbincang datang sesosok lelaki putih mengenakan baju batik biru lengan pendek memarkirkan dengan bangga motor nya di sebelah kami yang tengah bersantai duduk di atas motor masing-masing sambil menunggu kedatangan dosen hari itu.karena salah satu dari temanku mengenal lelaki itu dia pun menegur nya "hai bang !" dan lelaki itu menjawab dengan manis nya "iya dek !" aku hanya terdiam terpesona dengan penampilannya siang itu, ia melihatku dan sekedar tersenyum manis terhadapku. entah apa yang ku rasakan siang itu hingga sampai perkuliahan di mulai aku tak juga dapat mengusir senyumannya dari otakku. rasa senang yang menjalar di hatiku membuat aku tidak fokus dengan perkuliahan hari itu. kelas akhirnya selesai dan aku segera keluar kelas mengharap dapat bertemu kembali dengannya dengan keinginan dapat berkenalan dengan lelaki yang mempesona siang itu. tapi nasib berkata lain semenjak hari itu dan siang itu aku tak pernah lagi bertemu dengan lelaki yang memiliki senyuman maut menurut ku. dengan hasil yang ku dapat dari bertanya dengan temanku akhirnya aku tau bahwa lelaki itu bernama Wiko. ia mahasiswa agribisnis juga dan ia sekarang semester 3 , hanya berbeda 1 tahun dengan ku.
Langganan:
Postingan (Atom)